08 April 2017

The Language of Jakartan Car Passing

In Jakarta, car drivers love to change lanes incessantly and tries to overtake other vehicles on the road. They do it to the point of breaking the law and sacrificing the safety of theirselves and others.

Even sicker, some of them do it with very lack of manner. They'll pass the other car in a very thin distance, or immediately put themselves sharply in front of the passed car, or doing it while honking dramatically.


02 April 2017

A Compendium of Human Despairs


A city is where people are meeting and parting, setting promises and breaking it, building and destroying home, creating and nurturing hopes that immediately vanish in less than a breath. Joy, celebration, romance, every magnificent story that can be dreamt of, and every little happiness that a man can nervously aspire; each only awaits its own end. Tears on the birth of a new life are colliding with tears on the end of the other, celebrations very soon become irrelevant and obsolete, romances and loves fade away as inane past, desires of courageous revolution determined to be crushed in the face of the cold hard reality. A book of human failures, a collection of ruthless end of every beginning, an album of men who have lost interest in hoping and dreaming.

A city is a compendium of human despairs.

01 April 2017

Search And Rescue Training Center

Some times ago, I came accross a Sketsa magazine - an architecture student magazine of University of Tarumanagara - that displays my Final Studio Project back in 2007.

My project was Search And Rescue Training Center, which was selected for Public Expose, a second presentation in front of external juries.



Using scanned images from the magazine, with some retouch to some of them for clarity, this post is a rememberance of the project.








26 March 2017

Batavia Series: 1. The Establishment

In The Batavia Series we will use historical maps to explore the spatial developments of Indonesian capital, Jakarta, from its founding as Batavia by VOC, its spreading, the fall of VOC and the reign of Dutch East Indies Colony, until its transfer to the Indonesian Republic. The series will be consisted of several parts based on the development phases of the city.

Note: The historical maps are superimposed to the contextual map of 2017, while larger view of the superimposed maps can be seen at the end of each of the series. For the early series (year 1600s and early 1700s), we will use only the northern part of Jakarta as the contextual map.




Batavia was not erected on an empty ground. In the 4th century, the site was part of Tarumanagara Kingdom, and from 7th to 13th century it was part of Sunda Kingdom, with its Sunda Kelapa port, which was part of the Srivijaya Empire. In 1513 the first contact with the Europeans was made between Sunda Kingdom and the Portuguese merchants, which then built their own port in 1522. In 1527 Fatahillah, a general from Demak Kingdom, conquered the city, put it under Banten Sultanate control, and renamed it Jayakarta. In 1596 merchants from the Netherlands led by Cornelis de Houtman reached Jayakarta for trade and in 1610 they were granted permission to build a trading outpost on the east bank of Ciliwung river, which then finished on 1611. By that time, the British were also had arrived at Jayakarta in 1602.

In other part of the world, the Dutch Government granted VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie, United East Indies Company) monopoly right for Asian trade in 1602, thus from that point until its liquidation in 1799, the main role of the history of Batavia was the VOC, a corporation, instead of the Dutch Government directly.

04 February 2017

International Guide For Driving Or Riding In Jakarta

One cannot be considered has truly experienced Jakarta if he or she has not tried to drive a car there, in its highways, in its traffic, in rush hour, behind the steering wheel. But that is only second to the ultimate challenge, the surreal life and death experience, the act of courage and totality, one way to become one with the city itself, feeling and living its heartbeat; riding a motor bike. If any of you really want to be elevated to that level of understanding of Jakarta, this International Guide is created to facilitate that purpose.


Disclaimer: Although this International Guide is very rich in detailed facts, one must understand that most of them, if not all, are potentially against the law, and that this International Guide is basically a style of writing that uses humor, irony, exaggeration, and ridicule to expose and criticize something. Both the writer and the writing of this International Guide cannot be held responsible in case anything happened, either good or bad, that resulted from reading or practicing the content of this International Guide.

23 January 2017

Riwayat Manusia Pekerja

Di zaman ini, manusia yang bekerja - yang berperikehidupan dengan cara menjual tenaganya - hidup dalam tiga kenyataan sekaligus dalam hubungannya dengan proses produksi yang dilakukannya.

Pertama mereka adalah produsen mulai dari hulu hingga ke hilir. Sejak dari proses mengekstraksi hasil alam, pengolahan dasarnya, mengirimnya ke lokasi yang berbeda-beda, mempertemukannya dengan berbagai material lainnya, pengolahan tahap kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, hingga kemudian membuatnya siap dikonsumsi di hadapan konsumen. Di dunia ini tidak ada nilai yang tercipta selain dari hasil kerja manusia dalam suatu proses produksi, dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit, dari yang terkecil hingga industri raksasa.

21 November 2016

Riwayat Nilai

Alkisah di suatu negeri antah-berantah, emas dalam bentuk murni berserakan berceceran tumpah ruah berlimpah di semua tempat, di setiap pelosok dan pojok muka bumi seperti kerikil, berkilauan tak terbungkus bebatuan dan tidak terpendam jauh di dalam perut bumi.

Di negeri tersebut, niscaya tidak ada orang yang mau membayar untuk mendapatkan emas.

Betapapun bergunanya emas; sekalipun seandainya ia dapat dimakan atau menjadi bahan bakar, selama setiap orang tinggal memungut dari depan mukanya ketika ia butuh seberapa banyak pun, maka tak ada nilai yang bisa dikenakan kepadanya dan tak ada orang yang bisa menjualnya kepada orang lain untuk sesuatu harga.

Tetapi jika ada sedikit saja jarak memisahkan aktivitas konsumsi dari timbunan emas tersebut, artinya dibutuhkan pemindahan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, atau ketika emas dibutuhkan dalam jumlah yang banyak melampaui ketersediaan di depan mata secara langsung, atau ketika dibutuhkan sebentuk pengolahan yang paling sederhana sebelum emas ini siap dipergunakan, dan ketika pemindahan, pengumpulan, serta pengolahan tersebut membutuhkan pengalokasian waktu dan tenaga secara khusus; maka baru saat itulah emas memiliki nilainya.

28 October 2016

Riwayat Ruang

Makna ruang selalu berubah-ubah di sepanjang sejarah manusia, mengikuti struktur politik, relasi ekonomi, dan cara berproduksi yang dihidupinya. Tulisan ini adalah sebuah gambaran kasar, sangat kasar, tentang proses pergerakan sejarah tersebut dan keterkaitannya dengan ruang kehidupan manusia.

***

Ketika jumlah spesies manusia masih sedemikian sedikitnya di muka bumi, tersedia ruang kehidupan yang sangat berlimpah ruah. Tetapi di awal peradabannya manusia memiliki kemampuan yang minim dibandingkan dengan alam di sekitarnya; kemampuan mengatasi, memanipulasi, dan memanfaatkan alam sekaligus bertahan dari serangan-serangannya. Ada bahaya yang mengancam di luar sana, ada lingkungan yang tidak dapat menunjang kehidupan, ada ruang kehidupan yang dikuasai oleh predator, bahkan ada ruang yang tidak dapat dimasuki sama sekali. Secara subjektif alam menjadi sangat terbatas, sangat sempit bagi mereka.

Lalu, satu-satunya jalan untuk bertahan hidup bagi manusia-manusia primitif adalah dengan bekerjasama. Akibat volume otak yang lebih besar, selain menggunakan alat dan mengembangkan bahasa, kemampuannya untuk bekerjasama adalah hal utama yang menunjang kelestarian spesies manusia di awal kehidupannya. Mereka bekerjasama dalam mengkoordinasi aksi dan aktivitas, mereka bekerjasama untuk mendapatkan makanan dan mempertahankan ruang kehidupan mereka.

Pada masa primitif itu, teknologi yang dikuasai manusia hanyalah sebatas untuk menciptakan alat-alat genggam sederhana yang sangat mudah untuk diduplikasi, sangat mudah untuk didapatkan dan dibuat. Mereka juga hanya dapat memanfaatkan tempat-tempat yang telah disediakan oleh alam untuk tempat hidupnya dan mereka belum lagi menguasai kemampuan bercocok-tanam. Semua anggota masyarakat dapat memiliki alat yang relatif sama dan hidup di tempat yang sama tanpa mampu menghasilkan surplus yang dapat disimpan untuk waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan terjadinya dominasi individual terhadap kelompoknya atas dasar kepemilikan atas alat maupun cadangan pangan, sementara keunggulan individual pun sangat terbatasi oleh ketergantungan sang individu untuk bekerjasama dengan kelompoknya.

Cara leluhur kita berproduksi, sistem kepemilikan mereka atas alat produksi, menentukan bentuk sistem ekonomi Komunalisme Primitif yang mereka hidupi. Dan bentuk sistem ekonomi tersebut pada gilirannya akan tercermin pada cara mereka menempatkan diri di dalam ruang kehidupannya. Adalah tidak masuk akal, tidak menunjang survivability, tidak menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, dan pada dasarnya tidak dapat mereka lakukan; untuk memecah dan membagi-bagi ruang kehidupan menjadi kepemilikan privat. Mereka memiliki, mengelola, dan mengamankan ruang kehidupannya bersama-sama.

03 August 2016

Road Density And Its Efficiency

In a heavily congested road like those of Jakarta's in the afternoon, even a supercar can no longer be super. It is because one of the inherent problem of private-vehicles-based transportation system, that the efficiency will fall as the density grows.

[Here in Indonesia, we drive on the left lane of the road, which means the slowest vehicle will normally be on the left and the faster will be on the right.]




Let's imagine a three-lane toll road occupied by smoothly moving vehicles. The slowest vehicles, the trucks, the busses, and the trailers are there on the first lane. There will be some of those slowest vehicles that actually able to drive a little bit faster than the vehicle in front of them, and they take the chance, they will move to the second lane and pass over the vehicle on the first lane. The denser the road, it will be illogical for them to return to the first lane, for there will be another slower vehicles there. It will stay on the second lane instead.

12 July 2016

Musical Post: The Fields Of Athenry

Between 1845 and 1852, there were mass starvation and disease in Ireland, The Great Hunger, which killed about a million people, while a million other emigrated out of the island. So great was the effect of the event, it changed political landscape of the time and considered as one of the background factor for the independence of the Republic of Ireland about half a century later.

The cause of the famine can be traced to years back, it was revolving around agriculture and land problems in Ireland as part of United Kingdom's territory.

Popular Nonsensical Matters