02 March 2018

Manusia Tiga-per-empat Binatang


Coba lihat gambar ini. Ini adalah sebuah gambar yang sangat layak untuk dihiasi dengan komentar berbunga. Bunga-bunga yang indah, yang segar dan harum. Yang tumbuh di atas seonggok tai maha bau yang masih hangat lagi berlalat.

Sebagian manusia dari kumpulannya di tempat ini pada dasarnya belumlah benar-benar manusia. Mereka enggan untuk berusaha tidak meninggalkan jejak, mereka malas atau tidak mampu untuk berfikir satu langkah saja lebih jauh, mereka tidak perduli pada orang lain, mereka tidak berniat untuk membersihkan kotorannya sendiri pada barang yang bukan miliknya.

Malah mungkin secara tidak sadar mereka lakukan itu dengan sengaja, mereka merasa perlu untuk meninggalkan sampah-sampahnya di sembarang tempat, mereka merasa butuh untuk mengencingi orang lain, mereka merasa wajib untuk melakukannya, mereka merasa tercerahkan dan bahagia lahir-batin ketika memuncratkan isi kandung kemihnya ke sembarang tempat, mereka sekadar sedang menegaskan eksistensi dirinya.

Eksistensi diri manusia dengan mentalitas tiga-per-empat binatang, yang gemar untuk meninggalkan jejaknya di berbagai tempat, yang gemar untuk memancarkan dan memeperkan air kencingnya; berceceran, bertebaran, berbercak menguning dan mengering pertanda kehadiran dan teritorialitas.

Persis seperti anjing.

No comments:

Post a Comment

Popular Nonsensical Matters